Hari Anak Misioner Sedunia Ke-181

HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN / EPIFANI DAN HARI ANAK MISIONER SEDUNIA

 

APA ITU EPIFANI ?

Epifani merupakan minggu terakhir dalam oktaf Natal, dimana Tuhan kita Yesus Kristus menampakan kemuliaan-Nya kepada tiga raja dari timur (Gaspar, Melchior, dan Balthasar). Penampakan Tuhan sendiri berasal dari bahasa Yunani “Epiphaneia” yang secara harafiah berarti “Penampakan yang mencolok”. Yang dalam Perjanjian Lama (2 Mak. 15 : 27) merujuk pada pernyataan Tuhan, dan dalam Perjanjian Baru (2 Tim. 1 : 10) pernyataan tersebut merujuk pada kelahiran Kristus (Penampakan-Nya) usai kebangkitan dan kedatangan-Nya yang kedua. Dengan demikian kata Epifani digunakan untuk “Penampakan Keilahian Tuhan.”

 

 

HARI ANAK MISIONER SEDUNIA.

 Gereja Katolik diseluruh dunia merayakan Hari Anak Misioner pada Hari Raya Penampakan Tuhan setiap tahunnya. Mengapa demikian ?

 

Hari Anak Misioner berasal dari Serikat Kepausan Anak Misioner yang didirikan oleh Mgr. Charles Augustie Marie De Forbin Janson (Uskup Nancy-Perancis). Beliau lahir pada 3 November 1785 dan meninggal Tahun 1844 di Perancis. Mgr. Charles memiliki keprihatinan khusus terhadap anak-anak yang menderita, yang haus akan kasih sayang dan pembinaan yang memadai. Beliau selalu memimpikan hidup sebagai misionaris yang mempunyai semangat apostolik untuk menuntun anak-anak kepada Yesus. Maka beliau pun mulai mengembangkan karya misioner yang dikhususkan bagi anak-anak dengan berdevosi pada “Kanak-kanak Yesus”. Pada tanggal 19 Mei 1843, dalam sidang Keuskupan, secara resmi didirikan serikat ini:

 

+ Nama : “Serikat Kanak-kanak Suci – The Holy Childhood Association”.

+ Motto : “Anak Menolong Anak – Children Helping Children”.

+ Semangat Misioner : Doa, Derma, Kurban, dan Kesaksian (2D2K).

+ Pelindung : Kanak-kanak Yesus.

 

Pada tanggal 3 mei 1922 Paus Pius XI mengesahkannya sebagai Serikat Kepausan Anak-Anak Misioner. Dengan alasan pastoral-liturgis, pada tahun 1950 Paus Pius XII menetapkan Hari Minggu pertama Januari sebagai Hari Anak Misioner Sedunia bertepatan dengan Hari Raya Penampakan Tuhan (6 Januari). Inilah hari yang mempersatukan semua anak-anak misioner sedunia dalam semboyan ” Children Helping Children ” dan dalam semangat/kebajikan. Doa, Derma, kurban, dan Kesaksian.

 

 

PERINGATAN HARI ANAK MISIONER SEDUNIA KE – 181

 Pada Minggu (07/01/24) Gereja Katolik Santo Ignatius Loyola Lanud Atang Sendjaja, juga merayakan Hari Anak Misioner Sedunia pada misa kedua (Pkl. 08.30 Wib). Misa yang diawali dengan perarakan dengan membawa Vandel dan Kotak : Doa, Derma, Kurban dan Kesaksian, dihadiri oleh seluruh anak-anak Bina Iman Anak Se-Paroki.

 

Dalam Homilinya, Romo Anton mengingatkan anak-anak untuk membawa damai, sesuai tema : Anak Misioner Membawa Damai, “Anak-anak harus membawa damai, karna kalian sudah berjumpa dengan Tuhan Yesus, kalian sudah mendengarkan sabda Yesus, dan kalian juga sudah selalu bersama dengan Yesus, maka kalian harus juga menjadi pembawa damai bagi yang lainnya.”

 

Setelah komuni kudus dan pemberkatan anak, Romo juga mengajak anak-anak untuk menyanyikan lagu “Anak Misioner” didampingi oleh pendamping Bina Iman Anak. Dan setelah misa selesai ditutup dengan Berkat Penutup dan Foto bersama.

 

“Selamat Hari Anak Misoner Sedunia..”

(Yoko)

 

Photo by : Rafael – KOMSOS

 

 

 

 

 216 total views,  6 views today